Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Gateway warnet menggunakan ClearOS


Sekarang ini kebanyakan gateway dari warnet menggunakan mikrotik. Disini saya akan menggunakan sebuah distro linux yang bisa digunakan sebagai gateway dari warnet, yaitu ClearOS. Untuk info mengenai ClearOS ini, Klik disini
Menurut penjelasin di homepage dari ClearOS ini, distro ini selain dapat di gunakan untuk gateway, dapat pula dijadikan Server ^^, dibawah ini feature – feature yang ditawarkan ClearOS untuk menggunakan sebagai gateway :

* Antimalware – Antivirus, Antiphishing, Antispyware
* Antispam
* Bandwidth Management
* Intrusion Protection, Intrusion Prevention, Intrusion Detection
* Protocol Filtering including Peer-to-Peer Detection
* Content Filter
* Web Proxy
* Access Control

selain fitur – fitur diatas, beberapa hal yang saya temukan mengenai Distro ini adalah :
remote gateway dari client menggunakan web browser.
1.tampilan konfigurasi di PC yang kita gunakan sebagai gateway sama dengan tampilan di web browser ketika kita me-remote dari client, tidak hanya layar hitam (konsole).
2.Installasi dan konfigurasi yang menurut saya jauh lebih mudah dan cepat.
3.Web proxy, dengan ini koneksi di warnet anda akan terasa cepat, karena page dari website di cache di server.
4.Dan terakhir yang paling saya suka, Gratiss,. :D

untuk membuat gateway ini tentunya dibutuhkan PC yang akan di install ClearOS ini. Spek PC yang akan saya gunakan adalah :
prosessor P4 2.4Ghz
mobo Amptron (typenya lupa :D )
Ram DDR2 2GB
HDD 80GB Seagate
2 Lan Card, untuk eth0 dan eth1.

Setelah persiapan Ok, sekarang langsung saja ke proses installasi dari ClearOS ini :
pertama atur agar first Boot dari PC ini adalah CD/DVD-Rom, setelah di atur dan CD ClearOS dapat berjalan, maka tampilanya pertamanya adalah seperti dibawah ini :

yang harus kita lakukan, cukup tekan enter saja. Karena kita akan melakukan fresh install ke PC ini. Lalu tunggu hingga ke step selanjutnya.


disini disuruh memilih bahasa yang akan kita gunakan, tidak usah repot – repot mencari bahasa indonesia karena tidak ada :D , untuk itu kita pilih yang cukup aman saja, pilih English.


Selanjutnya disini kita memilih type keyboard yang digunakan, pilih type keyboard anda.

Selanjutnya disini ada pertanyaan dimana sumber installasi di disediakan, karena disini saya menggunakan CD-ROM jadi pilih Lokal CD-ROM.

Disini kita disuruh memilih apakah akan melakukan Install atau upgrade. Bila anda baru mau menginstall ClearOS ini maka pilih Install, sedangkan bila sudah ada ClearOS dan anda ingin melakukan Upgrade pilihlah Upgrade.

Selanjutnya, disini kita diberi peringatan bahwa semua isi dari harddisk akan di hapus, dan bila anda telah yakin maka ketik ClearOS pada kotak yang disediakan.

Selanjutnya, disini kita di haruskan memilih mode apa yang akan kita gunakan. Jadi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ClearOS memiliki 2 mode yaitu
1.Gateway Mode ; yang digunakan untuk gateway.
2.Standalone Mode : yang digunakan untuk server.
Jadi untuk kali ini yang kita pilih adalah Gateway Mode.

Selanjutnya, kita memilih jenis koneksi internet yang digunakan. Disini saya memilih Ethernet.

Selanjutnya, disini kita memilih apakah IP address nya menggunakan konfigurasi DHCP atau manual, disini saya memilih manual.

Pertama saya akan jelaskan terlebih dahulu, untuk membuat gateway ini kita akan menggunakan dua buah NIC yaitu :
1.NIC yang pertama untuk menyambungkan antara gateway dengan modem. (eth0)
2.NIC yang kedua untuk menyambungkan antara gateway dengan jaringan Lokal. (eth1)
sehingga akan ada dua buah IP yang terdapat dalam gateway ini, dan juga ada dua buah subnetwork yang berbeda misalnya 192.168.1.XX untuk eth0 dan misalnya 192.168.0.XX untuk eth1. Ilustrasinya dapat dilihat dibawah ini.

Nah sekarang kembali ke proses installasi tadi, disini kita memasukan IP address untuk NIC yang pertama (eth0). Jadi konfigurasinya adalah :

IP address : 192.168.1.2 / 255.255.255.0
gateway ; 192.168.1.1 (merupakan IP dari Modem)
Name Server : 202.134.0.155 (merupakan DNS dari Speedy)

selanjutnya disini kita memasukan IP address untuk NIC yang kedua (eth1).

Selanjutnya disini masukan password untuk system / root dari ClearOS ini. Dan jangan lupa di verify, password inilah yang akan digunakan untuk melakukan login ke system ClearOS dan juga melakukan remote dari Client.


Selanjutnya, disini adalah untuk memilih schema dari partisi clearOS ini. Disini saya memilih Use Default. Untuk memilih konfigurasi default dari ClearOS, namun bila anda berkeinginan untuk mengatur konfigurasi partisi sendiri untuk ClearOS ini anda bisa memilih I will do my own partitioning.

Selanjutnya, disini kita akan memilih module – module standard yang akan di install di ClearOS ini, disini saya akan mengaktifkan Graphical Console, Antimalware, Antispam, Bandwidth manager, Intrusion Protection, Protocol Filter.

Selanjutnya, disini kita akan memilih module – module tambahan yang akan di install di ClearOS ini, disini saya akan mengaktifkan Web Proxy, Content Filter, Windows Networking, dan Web Server.

Disini ada peringatan terakhir apakah semua setting yang tadi anda masukan telah benar, bila ya, pilih done. Selanjutnya anda mengambil secangkir kopi dan cemilannya untuk menunggu proses installasinya selesai, (yang ini Optional lho :D )

Proses Installasinya

setelah ada pesan seperti dibawah ini, maka installasi selesai, lalu reboot PC.

selamat, anda telah berhasil menginstall Gateway warnet. sampai ketemu di artikel selanjutnya yang merupakan kelanjutan dari artikel ini mengenai konfigurasi dari ClearOS ini.

Clear OS


ClearOS adalah sebuah Distro Linux yang “sudah jadi” atau bisa di bilang sudah di kostumasi khusus untuk keperluan server,dengan fitur yang powerfull dan konfigurasi yang cukup mudah.saya sendiri cukup tertarik membuat artikel tentang ClearOS ini pasal nya setelah di pelajari cukup mudah membuat sebuah server dengan berbagai fitur yang di berikan ClearOS ini.jika ada keperluan untuk warnet,warnet game online,kantor atau perusahaan bisa beralih menggunakan ClearOs ini.dengan kernel berbasis Red Hat 5 Enterprise membuat ClearOS memiliki source base yang handal dan stabil untuk di applikasikan sebagai server.



Berikut Fitur yang ada pada ClearOS :

Directory Features

* integrated LDAP for user dan group management
* User Security Certificate Manager

Network Features

* Multi-WAN
* VPN-PPTP, IPsec, OpenVPN
* DMZ and 1 to 1 NAT
* Statefull Firewall
* Local DHCP and DNS Servers

Gateway Features

* Antimalware – Antivirus, AntiPhising, Anti Spyware, Anti Spam
* Bandwitdh Management
* Intrusion Protection, Intrusion Prevention, Intrusion Detection
* Protocol Filtering including Peer to Peer Detection
* Content Filter
* WebProxy
* Access Control

Server Features

* Windows Networking with PDC Support
* File and Print Services
* FlexShares
* Groupware With Outlook Connector
* Mail Server – POP, IMAP, SMTP, Webmail, Retrival
* Mail Filtering – AntiSpam, Anti Malware, Greylisting, Quarantine
* Mail Archiving
* Database With MySQL
* Web Server With PHP Support

Dari fitur-fitur di atas terlihat bahwa ClearOS memang mempunyai fitur khusus untuk keperluan server,jika ada yang ingin mendownload ClearOS terbaru adalah versi 5.12 bisa pada link :

ClearFoundation Download Center

Mirror TelkomSpeedy.com

Mirror UGM

jika ada yang ingin sekali belajar dan mengenal tentang ClearOS bisa di download Tutorial nya dari Forum TelkomSpeedy.com dengan link:

Download Tutorial

sekian dari saya semoga berkenan tulisan saya kali ini.terima kasih juga untuk telkomspeedy dan andi micro yang sudah share tentang ClearOS ini,semoga bermanfaat!

Selasa, 26 Oktober 2010

Pengertian Subnetmask,gateway dan DNS


Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik. Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.
Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke alam beberapa subnet. Tabel di bawah ini menyebutkan beberapa subnet mask default dengan menggunakan notasi desimal bertitik.

Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja.
Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.
Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar. Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).
Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall. Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel.
DIVERT (mekanisme diversi paket kernel)
Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan. Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Kamis, 14 Oktober 2010

Sharing Printer dalam LAN

Berikut adalah cara mudah sharing printer dalam jaringan LAN:

1. Pastikan bahwa printer sudah di install di salah satu computer (dinamakan computer utama)
2. Masih di computer utama, anda masuk ke Printers and Faxes di Start-> Setting.
3. Pilih printer yang akan anda sharing misal Canon iP1880, kemudian klik kanan pilih sharing.
4. Tekan “if you understand the security risks but want to share printers……..”
5. Pilih just enable printer sharing tekan ok, selanjutnya kita ke computer yang lain (dinamakan computer client) lakukan hal-hal sebagai berikut.
6. Tekan Start (kiri bawah) pilih setting terus pilih Printers and Faxes.
7. Pada pilihan printer tasks pilih add a printer (ada di sebelah kiri)
8. Tekan next.
9. Pilih “a network printer, or a printer attached to another computer”
10. Browse for a printer (lanjut ke no.13).
11. Jika anda sudah tahu nama computer utama (dapat dilihat di my computer klik kanan pilih properties)maka bisa memilih pilihan yang kedua
12. Tulis nama computer dan nama printernya.
13. Cari nama printer Canon iP1880, jika sudah ditemukan dipilih dan tekan next.
14. Klik finish, sharing printer selesai.